Best Celebrity Nudes
Monday, 20 October 2014
Sunday, 19 October 2014
Best Celebrity Nude Fakes
Cybersex is also another fun way of getting sexually satisfied. These naughty girls send me their topless pictures and there was this one chick that looks like Kelly Brook. She was a real celeb nude look alike and that made me go wild. I drove three hours just to get to her place and fuck her hard. There goes my celibacy, but I am willing to stick with her any ways.
I have been a very naughty and bad boy. My mom always gets mad at me for hearing stories about me hurting other women. She said she didn’t raise me to be like this. I have made lots of girls cry because they wanted something serious from me, but I just enjoy fooling around with women too much. I am still young so I want to have as much fun as I can. I might settle down maybe when I reach my 30s. LOL.
Things changed when my mom died. She told me before she passed away that I should start respecting women and choose the one for me. Damn, it was hard for me to do that, but I made a vow to remain celebate. Oh man, all I do is just jack off, which is better than nothing. My friends were shocked by my decision while girls find that very admirable. Some of the chicks even try their best to seduce me which was damn hard. That’s why I decided to stay away from them. Fuck, there goes my sex life.
Things changed when my mom died. She told me before she passed away that I should start respecting women and choose the one for me. Damn, it was hard for me to do that, but I made a vow to remain celebate. Oh man, all I do is just jack off, which is better than nothing. My friends were shocked by my decision while girls find that very admirable. Some of the chicks even try their best to seduce me which was damn hard. That’s why I decided to stay away from them. Fuck, there goes my sex life.
Sunday, 19 May 2013
Awas Salah Pilih Kondom Sebabkan Keputihan
Realifact Post- Keputihan tak hanya disebabkan karena kurangnya kebersihan organ intim. Dr Uqudiah Kafanila Prisatianti dari Derma Prescriptive Klinik mengungkapkan bahwa hal-hal yang dilakukan pasangan saat bercinta juga berpotensi menimbulkan keputihan.
Salah satu penyebab keputihan akibat aktivitas seks adalah alergi kondom yang digunakan si dia. Saat bercinta mungkin Anda belum merasakan adanya masalah, namun keputihan akibat alergi kondom ini akan terjadi beberapa hari setelah bercinta. Biasanya gejalanya diawali dengan rasa gatal yang luar biasa pada vagina, iritasi, dan berwarna kemerahan.
"Alerginya sebenarnya disebabkan karena bahan pembuat kondomnya, yaitu lateks. Tidak semua perempuan tahan dengan lateks," ungkap dr Uqudiah kepada Kompas Female, saat peluncuran produk perawatan organ intim di Jakarta, beberapa waktu lalu. .
Ketidaktahanan akan bahan lateks akan membuat vagina mengeluarkan cairan putih ini. "Hanya saja keputihan ini tidak patogenik karena bukan disebabkan karena jamur. Dan biasanya keputihan jenis ini hanya berlangsung dalam jangka waktu singkat," jelasnya.
Ia menambahkan, tidak semua perempuan menyadari bahwa dirinya mungkin saja mengalami alergi kondom lateks. Sekalipun tidak berbahaya, namun ada baiknya Anda lebih memahami kemungkinan reaksi alergi akibat penggunaan kondom ini.
"Jika Anda pernah mengalami keputihan setelah penggunaan kondom saat bercinta, maka cobalah menyarankan pasangan Anda untuk tidak menggunakan kondom dari bahan lateks, atau tidak menggunakan kondom sama sekali," sarannya.
Sumber: KOMPAS
Untuk Antisipasi Diabetes Wanita Perlu Seing Cek Darah
Realifact Post- Risiko seorang wanita mengidap diabetes akan meningkat selama masa kehamilan. Diabetes semasa kehamilan ini dikenal dengan istilah diabetes mellitus gestasional (DMG). Hal ini pula yang mendasari para dokter menyarankan kepada setiap wanita untuk memeriksakan darahnya di awal masa kehamilan.
Spesialis penyakit dalam dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, dr Dyah Purnamasari, Sp PD, mengatakan, pemeriksaan darah sebaiknya dilakukan oleh semua wanita, terlepas dari risiko tinggi maupun rendah yang mereka miliki.
"DMG bisa dialami oleh setiap wanita, sekalipun tidak memiliki risiko sebelum hamil," ujarnya dalam seminar media bertajuk "Diabetes pada Wanita" di Jakarta, Senin (13/5/2013).
Peningkatan risiko DMG, papar Dyah, dikarenakan perubahan hormonal yang terjadi dalam tubuh wanita hamil. Hormon-hormon seperti progesteron, human placenta lactogen, kortisol, dan prolaktin meningkat saat kehamilan. Padahal hormon-hormon tersebut memiliki efek melawan kerja insulin untuk mengubah gula darah menjadi gula otot. Maka, saat hamil, gula darah ibu cenderung lebih tinggi.
Dyah menuturkan, saat tidak hamil, wanita makan hanya untuk diri mereka. Jika kebutuhan energi sudah tercukupi, maka gula darah akan diubah menjadi gula otot. Berbeda dengan saat hamil, janin juga membutuhkan nutrisi, maka gula darah tidak langsung diubah menjadi gula otot, tetapi tetap menjadi gula darah sehingga mudah disalurkan ke janin.
Pemeriksaan darah di awal kehamilan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar risiko wanita mengalami DMG. Jika hasilnya positif, maka diperlukan upaya-upaya tertentu untuk mengontrol kadar gula darah mereka.
"Upaya penanganan diabetes pada ibu hamil berbeda dari penanganan pada umumnya yang menggunakan obat. Obat antidiabetes dapat mempengaruhi kesehatan janin," kata Dyah.
Langkah awal untuk menangani DMG, lanjutnya, yaitu dengan mengubah pola makan dan memperbanyak olahraga. Namun jika perbaikan belum terlihat, maka sebaiknya menjalani terapi insulin.
Terapi insulin tidak akan memberikan efek negatif bagi janin selama insulin yang digunakan adalah insulin manusia. Insulin manusia memiliki struktur asam amino yang sama dengan yang diproduksi tubuh meskipun dibuat dengan teknik rekayasa genetika.
Sementara itu, jika hasil pemeriksaan negatif, maka bukan berarti ibu terbebas dari risiko DMG. Dyah mengatakan, pemeriksaan darah sebaiknya diulangi menjelang trimester ketiga kehamilan, kira-kira saat usia kehamilan 22 hingga 25 minggu.
"Saat itu hormon-hormon kehamilan paling meningkat sehingga risiko DMG semakin meningkat pula," ungkap Dyah.
Sumber: KOMPAS
8 Cara Menstimulasi Kecerdasan Multiple Bayi
Realifact Post-- Kecerdasan multipel atau multiple inteligensia adalah berbagai jenis kecerdasan yang dapat dikembangkan pada anak. Kecerdasan tersebut antara lain verbal-linguistic (kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat-kalimat, presentasi, pidato, diskusi, tulisan), logical-mathematical (kemampuan menggunakan logika-matematik dalam memecahkan berbagai masalah), visual spatial (kemampuan berpikir tiga dimensi), bodily-kinesthetic (ketrampilan gerak, menari, olahraga), musical (kepekaan dan kemampuan berekspresi dengan bunyi, nada, melodi, irama), intrapersonal (kemampuan memahami dan mengendalikan diri sendiri), interpersonal (kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan orang lain), naturalist (kemampuan memahami dan memanfaatkan lingkungan).
Kecerdasan multipel dipengaruhi faktor keturunan atau bawaan dan genetik dan faktor lingkungan. Seorang anak dapat mengembangkan berbagai kecerdasan jika mempunyai faktor keturunan dan dirangsang oleh lingkungan terus menerus. Sel-sel otak janin dibentuk sejak 3-4 bulan di dalam kandungan ibu, kemudian setelah lahir sampai umur 3-4 tahun jumlahnya bertambah dengan cepat mencapai miliaran sel, tetapi belum ada hubungan antar sel-sel tersebut. Sel-sel saraf otak balita berkembang sangat pesat.
Hal ini dapat diketahui dari penambahan berat otak ataupun lingkar kepala balita. Ketika bayi lahir, beratnya sekitar 25 persen dari otak orang dewasa. Kemudian pada usia setahun beratnya sudah mencapai 70 persen usia otak dewasa. Proses perkembangan otak ini berlangsung sangat cepat hingga balita berusia 3 tahun.
Setelah ini, proses akan berjalan melambat, yakni pada usia sekolah dan usia remaja. Mulai kehamilan 6 bulan, dibentuklah hubungan antarsel, sehingga membentuk rangkaian fungsi-fungsi. Kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antar sel-sel otak ditentukan oleh stimulasi yang dilakukan oleh lingkungan kepada bayi-balita tersebut.
Mengingat waktu yang sangat terbatas ini, sebaiknya orangtua memanfaatkannya secara baik, yakni dengan memberikan stimulasi sebanyak-banyaknya sejak dini. Stimulasi yang diberikan pada masa ini, sangat efektif untuk mengoptimalkan kecerdasan balita. Sebaliknya, stimulasi yang kurang akan memengaruhi kecerdasan balita.
Namun, perkembangan sirkuit otak sangat bergantung pada kualitas nutrisi dan stimulasi yang didapat oleh balita, sejak dalam kandungan, sampai tiga tahun setelah ia dilahirkan. Semakin bervariasi rangsangan yang diterima bayi-balita maka semakin kompleks hubungan antar sel-sel otak. Semakin sering dan teratur rangsangan yang diterima, maka semakin kuat maka hubungan antar sel-sel otak tersebut. Semakin kompleks dan kuat hubungan antar sel-sel otak, maka semakin tinggi dan bervariasi kecerdasan anak di kemudian hari. Bila dikembangkan terus menerus, anak akan mempunyai banyak variasi kecerdasan.
Secara umum, intervensi stimulasi kecerdasan pada bayi harus diusahakan agar bayi dapat mengalami rasa nyaman, aman dan menyenangkan dengan memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian. mengulingkan bayi ke kanan-ke kiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan
Stimulasi harus dilakukan sesering mungkin selama berinteraksi dengan bayi. Harus dilakukan setiap hari, terus menerus, bervariasi, disesuaikan dengan umur perkembangan kemampuannya, dilakukan siapa saja yang berinteraksi dengan bayi baik keluarga terutama ibu atau pengasuh. Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan kegembiraan antara pengasuh.
Jangan memberikan stimulasi dengan terburu-terburu, memaksakan kehendak pengasuh, tidak memperhatikan minat atau keinginan bayi, atau bayi sedang mengantuk, bosan atau ingin bermain yang lain. Pengasuh yang sering marah, bosan, sebal, maka tanpa disadari pengasuh justru memberikan rangsang emosional yang negatif. Karena pada prinsipnya semua ucapan, sikap dan perbuatan pengasuh adalah merupakan stimulasi yang direkam, diingat dan akan ditiru atau justru menimbulkan ketakutan bayi-balita
Berikut cara intervensi kecerdasan multipel :
1 Kecerdasan berbahasa verbal
Intervensi dan stimulasi dengan mengajak bernyanyi atau bercakap-cakap, bacakan cerita berulang-ulang, rangsang untuk berbicara dan bercerita, menyanyikan lagu anak-anak dll. Pada umur 3 - 6 bulan ditambah dengan bermain 'cilukba', melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk. Pada usia 6 - 9 bulan distimulasi dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng. Umur 9 - 12 bulan ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.
2. Kecerdasan emosi inter-personal
Intervensi dan stimulasi dengan bermain bersama dengan anak yang lebih tua dan lebih muda, saling berbagi kue, meminjamkan mainan, belajar bersalaman dengan orang lain (saat usia 9-12 bulan), mengenalkan orang baru dll.
3. Kecerdasan emosi intra-personal
Intervensi dan stimulasi dengan menceritakan perasaan, keinginan, cita-cita, pengalaman, berkhayal, mengarang ceritera dll. Stimulasi anak anda dengan mengajak selalu tersenyum dan tertawa. jkauhkan kata kasar, sikap emosional, bertengkar atau adu mulut di depan atau dapat di dengar dan dilihat bayi.
4 Kecerdasan naturalis
Dapat dilakukan dengan bercerita dengan gambar, benda, alam dan kegiatan sekelilingnya. Ajaklah bayi tertawa dan bersenang-senang dengan kejadian dan peritiwa di sekitarnya. Setiap benda yang ada dilingkungan dapat dijadikan sumber interaksi bayi untuk belajar mengenal lingkungan dan belajar berkomunikasi
5. Kecerdasan logika-matematik
Intervensi dan stimulasi dengan bernyanyi dan bercerita dengan angka, terumatama angka satuan 1-10. Seperti menghitung benda-benda disekitarnya, bernyayi satu-satu aku sayang ibu dsbnya
6. Kecerdasan visual-spatial
Intervensi dan stimulasi dengan mengamati gambar atau foto terutama bentuk wajah orang atau kartun yang lucu. Berceritalah dengan kata-kata atau kalimat panjang dengan gambar yang cukup besar dilihat atau benda atau lingkungan dan peristiwa alam. Menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok seperti lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih, benda-benda berbunyi,
7. Kecerdasan gerak tubuh
Intervensi dan stimulasi (motorik kasar) pada sia 6-8 bulan merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan. Usia 9 -12 bulan ditambah stimulasi memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan. Bila terjadi keterlambatan tidak bolak balik atau tidak duduk merangkak sesuai usia 6-8 bulan, menunjukkan minimal keterlambatan ringan. Dapat dilakukan stimulasi keseimbangan dan vestibularis dengan berenang, terapi bola dan bermain ayunan.
8 Kecerdasan musikal
Intervensi dan stimulasi dengan mendengarkan musik, bernyanyi, memainkan alat musik, mengikuti irama dan nada. Biasakanlah saat berkomunikasi atau kontak dengan anak seperti saat ganti popok, mandi atau menyuap makan selalu bernyayi dan berdendang dengan lagu.
Sumber: KOMPAS
Subscribe to:
Comments (Atom)




