Thursday, 21 March 2013

NASA: Kota New York Akan Dihantam Meteor Raksasa



CALIFORNIA - Kepala badan antariksa Amerika Serikat NASA, Charles Bolden mengungkapkan bagaimana pihaknya dapat menangani asteroid besar yang kabarnya akan menghampiri Bumi. Batu luar angkasa ini kini diprediksi sedang menuju tepat di atas langit New York City.

Dalam kondisi demikian, Charles mengungkap bahwa semua pihak harus berdoa. Selain itu, pihaknya berharap agar dapat terhindar dari hal-hal yang tidak dinginkan akibat kemungkinan ancaman asteroid tersebut.

Dilansir Reuters, Rabu (20/3/2013), Bolden mengatakan, ini adalah tentang semua Amerika Serikat atau siapapun dalam hal ini, yang bisa melakukan sesuatu tentang asteroid yang kini dikabarkan berada dalam jalurnya dengan Bumi. Bolden mengungkap hal ini kepada anggota parlemen di House of Representatives Science Committee Amerika Serikat pada Selasa (19/3).

Peristiwa mendaratnya benda luar angkasa atau meteor pernah terjadi beberapa waktu lalu di Rusia. Meteor ini diestimasi memiliki ukuran diameter 55 kaki (17 meter) yang menimbulkan korban luka-luka hingga 1.500 penduduk akibat gelombang kejut yang memecahkan kaca serta merusak bangunan.

Peristiwa ini, menurutnya adalah bukti bahwa manusia hidup dalam sistem tata surya aktif dengan benda-benda yang berpotensi berbahaya. Eddie Bernice Johnson dari Texas Democrat mengungkapkan, asteroid-asteroid ini telah menghampiri Bumi dengan frekuensi mengejutkan.

"Kami sangat beruntung bahwa peristiwa bulan lalu itu hanya suatu kebetulan sederhana ketimbang bencana," kata Committee Chairman Lamar Smith. NASA menemukan dan menelusuri sekira 95 persen dari objek luar angkasa yang mendekati Bumi.

Dari sekian asteroid yang terdeteksi, asteroid terbesar memiliki lebar diameter 1 kilometer. "Sebuah asteroid sebesar itu, satu kilometer atau lebih besar, adalah masuk akal untuk dapat mengakhiri peradaban," tutur John Holdren, Science Advisor Gedung Putih.




WASHINGTON - Sebuah asteroid raksasa kabarnya tengah menghampiri Bumi, tepatnya di atas langit New York City, Amerika Serikat (AS). Kepala badan antariksa Amerika Serikat NASA, Charles Bolden baru-baru ini mengimbau seluruh kalangan untuk berdoa dan berharap benda luar angkasa itu tidak akan menimbulkan ancaman terhadap wilayah Amerika Serikat.

Dalam sebuah kesempatan pertemuan Senate yang dihadiri mantan astronot NASA Edward Lu, kepala B612 Foundation ini menuturkan bahwa berapapun populasi keseluruhan yang ada di sebuah kota, semua bisa "lenyap" bila terhantam asteroid raksasa.

Asteroid ini terutama yang berukuran raksasa, seperti yang pernah terjadi di 1908 di Tunguska, Siberia. Dilansir Space, (21/3/2013), asteroid atau meteor Tunguska yang mendarat lebih dari 1 abad silam ini merusak area hutan di 3 ribu mil sebelah barat Tunguska.

Diestimasi meteor tersebut memiliki berat 10 ton dan menghasilkan kekuatan hingga 10 megaton. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, hanya saja 80 juta pohon di lebih dari lahan seluas 830 mil persegi mengalami kerusakan parah.

Ilmuwan percaya bahwa serangan meteor ini juga turut andil dalam punahnya hewan purba, dinosaurus sekira 66 juta tahun lalu. Peristiwa Tunguska ini merupakan ledakan meteor terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah.

Edward Lu, yang juga mantan eksekutif Google ini percaya bahwa asteroid raksasa bisa merusak area di satu kota besar. "Apapun keseluruhan populasi penduduk kota akan hilang," ujarnya selama sidang Senat pada 20 Maret 2013 terkait asteroid yang berpotensi berbahaya. Anda yang ingin mendengar penuturan Edward Lu tersebut, bisa mengakses link video YouTube berikut.

No comments:

Post a Comment